Umur yang semakin bertambah tentu akan berpengaruh
terhadap stamina dan kondisi tubuh yang semakin menurun. Begitu pula
dalam hal kegesitan mengemudi.
Jika waktu masih berusia muda Anda sangat mahir mengemudi dan tidak takut untuk mengebut, lain ceritanya ketika usia bertambah tua. Perubahan fisik yang berubah seiring usia juga akan memengaruhi cara mengemudi Anda.
Namun, bukan berarti orang yang sudah tua tidak mampu lagi mengemudi dengan baik.
Hanya saja, dibutuhkan penyesuaian bagi kalangan lansia untuk dapat mengemudi dengan baik agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, jika Anda termasuk golongan lansia dan ingin mengemudi, periksa dulu kondisi diri sendiri apakah memungkinkan untuk mengemudikan kendaraan. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang harus Anda tanyakan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk mengemudi.
Jika waktu masih berusia muda Anda sangat mahir mengemudi dan tidak takut untuk mengebut, lain ceritanya ketika usia bertambah tua. Perubahan fisik yang berubah seiring usia juga akan memengaruhi cara mengemudi Anda.
Namun, bukan berarti orang yang sudah tua tidak mampu lagi mengemudi dengan baik.
Hanya saja, dibutuhkan penyesuaian bagi kalangan lansia untuk dapat mengemudi dengan baik agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, jika Anda termasuk golongan lansia dan ingin mengemudi, periksa dulu kondisi diri sendiri apakah memungkinkan untuk mengemudikan kendaraan. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang harus Anda tanyakan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk mengemudi.
1. Penglihatan
Hal pertama dan terpenting ketika akan mengemudi adalah kondisi penglihatan Anda.
Seperti diketahui, seiring umur yang bertambah tua, penglihatan pun mulai menurun.
Karena itu, cek penglihatan Anda dulu sebelum mulai mengemudi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Seperti diketahui, seiring umur yang bertambah tua, penglihatan pun mulai menurun.
Karena itu, cek penglihatan Anda dulu sebelum mulai mengemudi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apakah Anda bermasalah dalam membaca petunjuk jalan
dengan mudah? Sulit mengenali seseorang dari seberang jalan? Sulit melihat marka jalan, mobil lain, dan orang yang menyeberang pada saat subuh, sore, dan malam hari?
Silau terhadap lampu kendaraan pada malam hari?
Jika Anda menjawab “ya” pada salah satu pertanyaan di atas, berarti kualitas penglihatan Anda sudah menurun.
dengan mudah? Sulit mengenali seseorang dari seberang jalan? Sulit melihat marka jalan, mobil lain, dan orang yang menyeberang pada saat subuh, sore, dan malam hari?
Silau terhadap lampu kendaraan pada malam hari?
Jika Anda menjawab “ya” pada salah satu pertanyaan di atas, berarti kualitas penglihatan Anda sudah menurun.
Solusinya
adalah ketika mengemudi harus selalu menggunakan kacamata yang sesuai,
serta pastikan kaca mobil dan spion jernih sehingga tidak mengganggu
penglihatan.
Selain itu, usahakan untuk duduk lebih tinggi
daripada biasanya sehingga dapat melihat jarak tambahan sekitar tiga
meter persis di depan mobil Anda.
Jika Anda berusia lebih dari 60 tahun, selalu periksakan mata Anda tiap tahun.
2. Kemampuan Mengendalikan Kendaraan
Kehilangan kekuatan, koordinasi, dan fleksibilitas dapat membuat Anda kesulitan untuk mengontrol kendaraan.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda ajukan terhadap diri sendiri sebelum mulai mengemudi: Apakah Anda kesulitan menoleh ke belakang untuk berpindah jalur? Sulit untuk memindahkan kaki dari pedal gas ke pedal rem? Sulit untuk memutar setir mobil? Sulit untuk naik-turun tangga akibat nyeri di lutut atau kaki?
Jika Anda mengalami salah satu kesulitan dari yang disebutkan di atas, berarti Anda harus mengecek ke dokter mengenai kebugaran fisik dan hal terkait lainnya dengan tubuh Anda.
Jika perlu, ikutlah program terapi untuk mengembalikan kebugaran Anda. Selain itu, cobalah untuk mengemudikan kendaraan dengan transmisi otomatis, setir power steering, dan teknologi lain yang sangat memudahkan lansia.
Kehilangan kekuatan, koordinasi, dan fleksibilitas dapat membuat Anda kesulitan untuk mengontrol kendaraan.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda ajukan terhadap diri sendiri sebelum mulai mengemudi: Apakah Anda kesulitan menoleh ke belakang untuk berpindah jalur? Sulit untuk memindahkan kaki dari pedal gas ke pedal rem? Sulit untuk memutar setir mobil? Sulit untuk naik-turun tangga akibat nyeri di lutut atau kaki?
Jika Anda mengalami salah satu kesulitan dari yang disebutkan di atas, berarti Anda harus mengecek ke dokter mengenai kebugaran fisik dan hal terkait lainnya dengan tubuh Anda.
Jika perlu, ikutlah program terapi untuk mengembalikan kebugaran Anda. Selain itu, cobalah untuk mengemudikan kendaraan dengan transmisi otomatis, setir power steering, dan teknologi lain yang sangat memudahkan lansia.
3. Mengemudi Membuat Gugup atau Takut
Jika
Anda adalah lansia yang sering merasa bingung dengan petunjuk jalan,
orang, maupun kendaraan lain yang lalu-lalang di sekitar mobil Anda,
cobalah untuk mengemudi di jalur yang familiar dengan Anda, serta
hindari mengemudi pada jam-jam sibuk dan malam hari.
Kendala lain bagi lansia adalah reaksi yang lambat terhadap suatu hal.
Karena
itu, selalu jaga jarak dengan mobil lain untuk memberi waktu bagi Anda
bereaksi, dan Anda juga harus selalu memerhatikan kondisi jalanan setiap
saat sehingga
tidak terkejut ketika ada perubahan atau masalah di jalanan.
Jika Anda adalah lansia yang harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin, tanyakan dulu kepada dokter Anda apakah obat-obatan tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh ketika mengemudikan kendaraan, seperti memberi efek mengantuk.
tidak terkejut ketika ada perubahan atau masalah di jalanan.
Jika Anda adalah lansia yang harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin, tanyakan dulu kepada dokter Anda apakah obat-obatan tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh ketika mengemudikan kendaraan, seperti memberi efek mengantuk.
4. Berkendara Bersama Anak Kecil
Jika Anda berkendara bersama anak kecil atau remaja, berarti tanggung jawab Anda ketika mengemudi juga bertambah.
Jika ingin mengajak anak kecil berkendara bersama, selalu letakkan anak kecil di kursi khusus anak kecil yang sesuai dengan umurnya.
Selain duduk di kursi khusus anak kecil, kursi itu juga harus diletakkan di kursi belakang, bukan di samping pengemudi.
Namun, jika Anda merasa bahwa tidak sanggup mengemudi dengan aman, apalagi bersama anak kecil, jangan paksakan diri Anda untuk mengajak anak kecil berkendara karena hal itu akan membahayakan.
Jangan sampai Anda membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Hal terpenting dan paling utama dari mengemudi adalah jangan sampai lupa untuk mengenakan sabuk pengaman, berapa pun usia Anda.
Dan, jika memang kenyataannya kondisi tubuh Anda tidak memungkinkan untuk mengemudikan kendaraan, berarti sudah saatnya Anda beralih ke kendaraan umum atau menggunakan jasa sopir pribadi.
Jika Anda berkendara bersama anak kecil atau remaja, berarti tanggung jawab Anda ketika mengemudi juga bertambah.
Jika ingin mengajak anak kecil berkendara bersama, selalu letakkan anak kecil di kursi khusus anak kecil yang sesuai dengan umurnya.
Selain duduk di kursi khusus anak kecil, kursi itu juga harus diletakkan di kursi belakang, bukan di samping pengemudi.
Namun, jika Anda merasa bahwa tidak sanggup mengemudi dengan aman, apalagi bersama anak kecil, jangan paksakan diri Anda untuk mengajak anak kecil berkendara karena hal itu akan membahayakan.
Jangan sampai Anda membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Hal terpenting dan paling utama dari mengemudi adalah jangan sampai lupa untuk mengenakan sabuk pengaman, berapa pun usia Anda.
Dan, jika memang kenyataannya kondisi tubuh Anda tidak memungkinkan untuk mengemudikan kendaraan, berarti sudah saatnya Anda beralih ke kendaraan umum atau menggunakan jasa sopir pribadi.

Posting Komentar