Beberapa pembunuhan sadis dan kejadian mengerikan banyak memberikan
inspirasi perfilman. Misalnya film 'Psycho' dan 'Texas Chainsaw
Massacre' yang terinspirasi dari salah satu pembunuh berantai terkenal,
Ed Gein.
Selain itu, ada juga 'The Silence of the Lambs (1991)'
yang memenangkan Academy Award. Film itu sebetulnya terinspirasi dari
novel karya Thomas Harris yang menceritakan tentang Dr. Hannibal Lecter,
psikiater, pembunuh cerdas dan kanibal.
Namun diyakini, masih
ada beberapa kisah nyata mengerikan yang belum diangkat ke layar lebar
padahal sepertinya cukup bisa membuat penonton menjerit. Apa saja?
Berikut 10 kisah nyata mengerikan yang pas untuk diangkat menjadi film.
1. H.H Holmes
H.H Holmes
dipercaya merupakan pembunuh berantai pertama di daratan Amerika
Serikat yang sudah membunuh 200 korban. Dalam melakukan aksinya, Holmes
menggunakan hotel yang dibangunnya sendiri untuk tempat pembunuhan yang sempurna.
Kejadian
yang paling diingat adalah selama ajang Great Chicago World Fair di
tahun 1890, dimana Holmes resmi membuka hotelnya. Menarik, karena
kamar-kamar di hotel
itu dikhususkan untuk para perempuan saja. Satu per satu tamu kamar
dijebak, mulai dari gas beracun, air keras, bahkan pembunuhan secara
sadis untuk mengambil organ-organ tubuh korban.
Sejak awal pembangunan hotel,
para pekerja memang menemukan beberapa keanehan. Holmes meminta
permintaa yang tidak biasa, misalnya pintu kamar hanya bisa dibuka dari
luar, serta saluran pembuangan yang besar dan janggal.
2. The Winchester House
Berikutnya ada
cerita seorang janda bernama Sarah dari raja William Winchester dari
Amerika Serikat. Ceritanya tidak berfokus kepada perempuan itu,
melainkan rumah yang ditempatinya.
Rumah yang dikenal bernama
The Winchester House itu dibangun pertama kali tahun 1884 dan memiliki
struktur bangunan teraneh di negeri Paman Sam. Kabarnya, janda itu
percaya, roh-roh yang terbunuh dengan senjatanya akan membalas dendam,
sehingga dia berpikir membangun banyak ruangan dengan harapan roh-roh
itu tersesat.
Setiap hari, 24 jam penuh selama 36 tahun, Sarah
Winchester membangun setiap sudut di rumahnya. Lorong, kamar, apa saja
sehingga membuat banyak sekali ruangan. Sang Ratu menghabiskan uang
sekitar Rp 915 Milyar dan menjadikan rumah itu obyek wisata populer.
3. Elisa Lam
Kisah nyata menyeramkan itu
datang dari tahun 2013, ketika seorang mahasiswi bernama Elisa Lam dari
Universitas British Columbia, Kanada yang ditemukan tewas di dalam
tangki air minum Cecil. Kepolisian setempat pun langsung melakukan investigasi dengan melihat rekaman CCTV
Diketahui pada 26 Januari 2013 Elisa lama pergi ke Los Angeles dan menginap seorang diri di Hotel Cecil. Dalam rekaman CCTV lift hotel, Elisa tampak bertingkah sangat
aneh. Hanya sedikit info membuat Kepolisian Los Angeles tidak bisa
membongkar kasus Elisa sampai hari ini.
Jasad Elisa ditemukan
petugas kebersihan di tangki air minum hotel setelah mendapatkan keluhan
tentang air yang terlalu kecil. Tidak ada tanda-tanda Elisa menggunakan
narkotika dan obat terlarang lainnya.
4. The Silent Twins
Dua perempuan kembar
tuna rungu, Juni dan Jennifer Gibbons lahir tahun 1963 di Inggris dan
tumbuh bersama tanpa berkomunikasi dengan siapapun. Ditambah lagi,
mereka berkulit hitam sehingga mendapatkan tindakan rasis di
lingkungannya.
Sempat menerbitkan beberapa novel, Juni dan
Jennifer tetap merasakan depresi mendalam. Sampai akhirnya mereka
menjadi putus asa dan melakukan sejumlah kejahatan bahkan dicap
psikopat. Namun hubungan si kembar tidak sesederhana itu, Juni dan
Jennifer mempunyai satu perjanjian yang mengerikan. Jika salah satu dari
mereka meninggal dunia, maka yang hidup akan bisa kembali normal.
5. Death in the Dyatlov Pass
Kisah nyata ini
terjadi kepada sembilan pendaki gunung di Pegunungan Ural, Rusia tahun
1959. Pengunungan yang terkenal dengan sebutan 'Gunung Mati' itu
menewaskan sembilan orang itu.
Tetapi, yang menghebohkan bukan
meninggalnya mereka, melainkan bukti-bukti yang ditemukan bersama dengan
jasad sembilan pendaki gunung. Para korban kehilangan lidah, beberapa
berpakaian minim, ada juga yang cedera dan patah tulang. Selain itu,
terdapat warna orange dan bekas paparan sinyal radioaktif pada tubuh
mereka.
Banyak argumen liar yang muncul atas kasus ini. Dari
mulai alien, kecelakaan, makhluk halus sampai percobaan rahasia dari
negara Rusia.
6. The Disappearance Of Belle Elmore
Belle
Elmore adalah nama panggung besar dari penyanyi opera Cora Crippen asal
London, Inggris. Di lain sisi, Belle Elmore adalah istri yang tidak
bahagia dalam rumah tangganya yang dibangun dengan Dr. Hawley Crippen.
Suatu
hari Cora dikabarkan menghilang dan meninggal dunia di Amerika Serikat,
24 Maret 1910. Namun, ditemukan kejanggalan dari kemarian Cora karena
keterangan sang suami yang bebelit-belit. Sampai teman wanita Cora,
melaporkan kasus itu ke kepolisan untuk melakukan penyelidikan yang
lebih dalam. Hasilnya?
Ternyata jasad Cora tidak pernah pergi
kemana-mana, justru berada di ruang bawah tanah rumahnya sendiri setelah
Dr. Hawley Crippen, suaminya sendiri, membunuh Cora. Hal itu dilakukan
Hawley lantaran Cora mengetahui perselingkuhan yang dilakukan suaminya
dengan perempuan bernama Le Neve.
7. The Doodler
Kisah nyata berikutnya masih
dari cerita tentang seorang pembunuh berantai legendaries. Kali ini
bernama The Doodler alias Black Doodler yang bertanggung jawab atas
meninggalnya 14 orang dari komunitas gay di San Fransisco, Amerika
Serikat antara tahun 1974-1975.
Kabarnya The Doodler membunuh
dengan cara menikam korbannya, kemudian memutilasinya. Kabar yang
berhembus sampai hari ini mengatakan kalau The Doodler belum pernah
tertangkap karena menyangkut seorang tokoh penting sehingga identitas
The Doodler tetap terjaga.
8. Doggy Suicides At Overtoun Bridge
The
Overtoun Bridge di Dumbarton, Skotlandia memang terlihat sangat indah.
Tetapi menjadi aneh ketika anjing-anjing melakukan aksi bunuh diri
dengan cara melompati dinding pembatas dan terjun ke sungai dari
ketinggian 15 meter. Lebih aneh lagi, anjing-anjing itu melompat dari
sisi yang sama, yaitu sisi kanan jembatan.
Sejak tahun 1950-an
selama 50 tahun, sekitar 50 anjing telah melompat. Jika mereka bertahan
ketika sampai ke bawah, anjing-anjing itu akan naik lagi ke jembatan dan
melompat lagi.
Informasi lain mengatakan, aksi bunuh diri penuh
misteri itu biasanya dilakukan oleh anjing berjenis moncong panjang.
Seperti Collie, Labrador dan Greyhound. Apa yang terjadi?
9. Who Put Bella In The Wych Elm?
Cerita
menyeramkan ini berasal dari Stourbridge, Inggris dan berkembang ke
seluruh dunia. Secara sederhana, 'Who Put Bella in the Wych Elm?'
merupakan tulisan yang muncul di berbagai tempat di Stourbridge pada
tahun 1941, setelah ditemukannya jasad perempuan di bawah pohon elm.
Identifikasi
jasad berakhir pada kesimpulan bahwa perempuan itu berumu 35 tahun,
dengan rambut coklat dan gigi tidak teratur di rahang bawah. Pihak
kepolisian menyimpulkan perempuan tanpa identitas itu sudah meninggal
selama 18 bulan. Sejak saat itu, banyak teori menyiratkan bahwa
pembunuhan dilakukan oleh sihir karena adanya tanda-tanda ritual sihir.
10. The Most Haunted House In America
Pada
tahun 1860-an, seorang saudagar, Charles Wright Conglier membangun rumah
megah di Kawasan Pittsburgh, Amerika Serikat dan dinamakan Congelier
Mansion. Di sana, dia tinggal bersama istrinya Lyda dan gadis pelayan
mereka Essie. Tapi kemudian, sejarah buruk rumah megah itu dimulai
ketika Lyda membunuh suami dan pelayannya yang tertangkap basah
selingkuh.
Tidak ditempati selama 20 tahun, rumah itu kemudian
dibeli oleh perusahan kereta milik Dr. Adolph C. Brunrichter. Adolph
menjadikan Conglier Mansion sebagai tempat tinggal karyawannya. Lambat
laun, Adolph tidak pernah lagi terlihat keluar dari rumah dan para
tetangga sering mendengar teriakan suara wanita dari dalam.
Setelah
digeledah oleh polisi, ternyata Conglier Mansion sudah diubah menjadi
laboratorium dengan bahan eksperimennya adalah perempuan, setidaknya
lima tubuh perempuan tanpa kepala. Namun saat itu, Dr. Adolph C.
Brunrichter tidak ditemukan.
Pada tahun 1927, seorang pria
ditangkap kepolisian New York karena menceritakan kisah Conglier
Mansion. Polisi mengklaim kalau pria itu adalah Dr. Adolph C.
Brunricther.